Mari Bersama-sama Membangun Desa Dukun

Selamat Datang Di Desa Dukun Kecamatan Dukun

MENUJU DESA DUKUN BERES

DESA MEMBANGUN

 

Jatilan dari Banggalan

26 Agustus 2018 21:16:45 WIB

 

Nama Jatilan sendiri berawal dari nama seorang pionir jatilan “Ki Jotho Layu”. Kesenian Jatilan adalah sebuah tarian yang menggambarkan filosofi strata kehidupan dari atas sampai bawah. Gambaran strata kehidupan ini digambarkan dari termin pertama tarian hingga akhir. Termin pertama atau saat keluar panggung, tarian yang dimunculkan sangat dinamis. Hal tersebut menggambarkan awal kehidupan manusia yang masih dinamis. Kemudian, termin kedua para penari mulai memutari panggung. Dalam perputaran tersebut, terdapat dua penari yang berperan sebagai raja baik dan raja jahat. Orang yang berperan sebagai jahat melakukan tarian dengan putaran badan ke kiri, sedang raja baik melakukan putaran badan ke kanan. Putaran antara raja baik dan jahat yang berbeda tersebut bertujuan agar terjadi benturan antar keduanya. Benturan itu dilakukan untuk menggambarkan konflik dalam kehidupan manusia. Selanjutnya, termin tiga adalah bindri yang merupakan bagian perang antara agal alus. Agal merupakan wujud dari buto, sedangkan alus adalah satya.

Kesenian Jatilan ini berkembang di sebagian besar pulau Jawa. Keberadaan seni Jatilan sangat berkembang di daerah Jawa Tengah, terlebih di daerah Magelang. Salah satu dusun di magelang memiliki kesenian Jatilan yang cukup khas, yaitu Dusun Banggalan. Kehadiran Jatilan di Dusun Banggalan sudah ada sejak tahun 1972. Keberadaan Jatilan di Banggalan tidak lepas dari peran Mbah Wiryo Utomo atau Wiryo Dikoro sebagai pandegane atau pionir. Namun sangat disayangkan, keberadaan Jatilan tidak bertahan lama.

Jatilan di Dusun Banggalan sempat tenggelam selama 31 tahun. Namun demikian, Jatilan kembali hidup pada tahun 2003. Kembalinya Jatilan di Dusun Banggalan ini di prakarsai oleh Pak Dalang Harjo sebagai anggota dari Padepokan Cipto Budoyo. Pak Dalang Harjo mengajarkan aliran Jatilan Klasik pada para penggiat Jatilan Banggalan. Untuk pertama kalinya, Jatilan dimunculkan kembali saat Dusun Banggalan menjadi tuan rumah acara wisuda TPA. Berawal dari tampil pada acara tersebut, Jatilan Banggalan banyak diminta untuk pentas di berbagai daerah secara berturut-turut, diantaranya Sawangan, Dukun, KPRI Dukun, dan acara Gelar Budaya.

Terdapat banyak penggiat kesenian Jatilan di Dusun Banggalan. Adapun pemain atau penari pertama setelah kembalinya Jatilan ke dusun Banggalan adalah sebagai berikut.

  1. Raja          : Wahyu dan Widjadul
  2. Cakil         : Payem Udin, Sono, Debi, Roso
  3. Anoman   : Aziz, Anilo, Rohim, Rizal
  4. Prajurit     : Muhrodi, Anas, Ari, Ardian
  5. Buto         : Singgih, Awan, Edi, Rendi

Hal tersebut membuat nama Jatilan dari Dusun Banggalan semakin menyebar ke penjuru daerah Magelang. Namun demikian, terdapat kendala yang menyebabkan Jatilan di dusun ini tidak dapat berdiri secara utuh. Salah satu kendala yang menyebabkan Jatilan Banggalan terlihat semu adalah tidak adanya struktur organisasi yang dapat menaungi kesenian ini.

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlusYouTube

Lokasi Dukun

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Aparatur Desa

Tautan Terkait